Archive for the ‘ my favorites article ’ Category

Tribute to my lovely brother

“Buat apa marah, jika tidak menyelesaikan masalah.” Teruntukmu sahabat dr. Sutami Budi Fitriawan

by Dody Hendro S on Friday, February 25, 2011 at 2:57pm

Begitulah namamu, pertama kali kukenal ketika dirimu maju dan mengumumkan perlunya team Health Study Club, dimana team ini bisa dijadikan sarana wirausaha teman teman, untuk bisa bekerja lebih professional. “Mata duitan sekali ini orang..”  Fikirku pada saat itu, namun di akhirnya memang hidupmu penuh dengan kewirausahaan, bisnis dan bisnis.

Sutami B.F begitulah singkatannya, “B F”, akan aneh pertama kali ketika orang lain mendengarnya.. “B F” identik sekali dengan singkatan”Blue Film” yang sering kita jadikan bahan tertawa, dan dirimupun membalasnya dengan “Batman Forever”, seorang pejuang superhero, dan memang perjalanan hidup mu berikutnya akan penuh perjuangan kawan bahkan hingga akhir hembus nafasmu. Inspirasi kepahlawanan bagi yang lain, meskipun dirimu tidak mendapatkan gelar itu secara resmi, maka izinkanlah agar dirimu menjadi pahlawan bagi jiwa jiwa pejuang lainnya.

Sutami, nama mu pun identik sekali dengan teman kita yang lain, tapi wanita, utami namanya. Karena tidak ingin dipanggil dengan nama yang sama, maka panggillah dengn “Su Ut”, lalu ketika kutanya kenapa namamu sutami, kau jawab bahwa itu adalah namanya seorang Insinyur yg terkenal, dan seorang pembaharu,Abdullah Ibnu Su Ud. Continue reading

Advertisements

Sopir Mikrolet

Oleh Dwi Indarti

Sore setelah hujan lebat mengguyur Jakarta. Genangan air dan kemacetan sudah menjadi menu setelah hujan. Aku duduk sendiri di dalam mikrolet M 01 ke arah pasar senen. Pak sopir masih sabar menunggu penumpang lain. Kasihan, dalam hatiku. Di depan UI ini hanya ada satu penumpang, yaitu aku. Kalo mau jujur, rasanya mau turun saja dan ganti bis lain yang lebih cepat supaya segera sampai rumah. Terlepas dari kemacetan Sudirman dan Imam Bonjol, kesabaranku kembali di uji oleh mikrolet yang sedang ‘ngetem’.

Sepuluh menit berlalu, namun belum ada penumpang lain yang naik mikrolet ini. Aku beristighfar berulang kali dalam hati, mencoba untuk tidak kesal pada pak sopir. Kucoba menumbuhkan rasa iba pada pak sopir lebih besar. Mungkin, pria setengah baya itu belum dapat uang untuk menutupi setoran apalagi untuk di bawa pulang kepada anak isteri, dan hari telah senja. Azan magrib pasti akan berkumandang tak lama lagi. Itulah yang coba aku pikirkan. Astaghfirullahal ‘adziim….. Continue reading

Hikmah dari sebatang pohon

Oleh Cahaya Khairani

Di halaman depan rumah saya terdapat sebatang pohon belimbing. Pohon tersebut selalu berbuah tak kenal musim. Buahnya besar, kuning dan manis rasanya, terasa begitu segar dinikmati saat cuaca panas, sarinya yang melimpah mampu melenyapkan dahaga yang mencekik kerongkongan..

Bukan hanya buahnya, batang pohonnya yang kokoh dengan dedaunan yang rimbun dijadikan sebagai tempat berteduh bagi para pedagang yang letih menjajakan dagangannya. Angin yang meniup dedaunannya menghadirkan suasana sejuk bagi mereka yang beristirahat di bawahnya. Saya lantas berfikir, berapa banyak pahala yang mengalir bagi orang yang menanam pohon itu. Buah dari pohon itu seakan tak habis-habis untuk dinikmati oleh orang banyak, dari buah belimbing yang saya bagikan pada tetangga, menjadi jalan untuk membangun silaturahmi. Dari rimbunnya dedaunan, menjadi tempat para pedagang berhenti sejenak, dan tempat bermain yang asyik bagi anak-anak. Dari sebatang pohon di halaman depan rumah, menjadi ladang amal buat saya.

Namun belakangan, saya mulai mengeluh dengan daun dan buahnya yang berjatuhan mengotori halaman rumah. Saya harus beberapa kali dalam sehari menyapu halaman. Pagi-pagi halaman sudah kotor oleh daun dan buah busuk yang berjatuhan, belum lama setelah disapu, halaman sudah kotor lagi, begitu seterusnya. Continue reading