Archive for the ‘ catatan harian ’ Category

Lelaki dan belanjaannya

Menurut hemat saya, status seorang lelaki itu bisa dilihat dari apa-apa yang dia beli di supermarket dan atau pasar.

Lihatlah onggokan belanjaan ini.

Image

Menurut saya bisa langsung ditebak bahwa lelaki ini masih single dan belum mendapat sentuhan warna-warni wanita di rumahnya.. bwahahahaha, miris amat sih.

Tanya kenapa? Sudah jelas, belanjaannya hambar banget (mungkin kayak hidupnya, bwahahahaha), nggak ada bumbu-bumbu aneh-aneh. Standar banget. Seplastik roti gandum, satu set mie instan komplit dengan pelengkapnya serta buah. :))))))))..

Dan fakta pahit yang harus diketahui itu adalah belanjaan saya hari ini tanggal 24 Juni 2013 untuk sekedar menyambung hidup 2-3 hari kedepan sebelum pulkam. Semoga belanjaan saya segera menjadi warna-warni dan tidak lagi hambar ya :)…. Aamiin…

Menyelaraskan Rasa dan Logika

Mereka bilang, golongan kami ini cenderung memakai punya logika, mereka bilang golongan kami ini juga jarang menggunakan rasa. Tapi entah kenapa, belakangan ini logika saya banyak tidak jalan. Rasa saya jauh lebih dominan. Berubah lah orientasi antara logika dan rasa. Saya memilih bukan berdasarkan kebutuhan tapi ketertarikan. Itu kata mereka.

Tapi bukankah sekarang ini banyak fenomena dimana dulu hanya sebagai pelengkap ketertarikan tapi sekarang jadi kebutuhan? Hanphone misalnya. Internet contohnya. Bukan tidak mungkin apa-apa yang saya pilih dengan rasa ini kelak jadi pelengkap kebutuhan saya. Yah siapa tahu. Bisa jadi ini malah langkah visioner. Mungkin orang bilang saya galau. Tapi mungkin tidak pula demikian. Saya teringat akan perkataan einstein tentang dingin bahwasanya mungkin bukan dingin, tapi lebih pada kondisi ketiadaan panas. Pun begitu dengan saya. Barangkali ini bukanlah galau, hanya saja masa dimana rasa lebih dominan dari logika. Itu saja.

Yah setidaknya dengan ini saya bisa lebih belajar dalam menyelaraskan logika dan rasa.

#Paris dan Perancis itu memang romantis, tapi romantis itu bukanlah suatu hal yang bisa dinikmati sendirian kan.

Secuplik kisah cinta satu malam

Alhamdulillah, saat tullisan ini dibuat genap sudah perjalanan pulang kampung 2 hari satu malam (sabtu-minggu)di bumi Yogyakarta. Sebuah pulang kampung yang tidak direncanakan sebelumnya. Mengapa? Alasan pertama work load di base sedang meningkat dan yang kedua saya masih trainee. Untungnya, karena ada panggilan foto dan ambil data pupil serta sidik jari berkaitan dengan pembuatan e-ktp, saya diijinkan pulang :D..

Ada beberapa hal yang bisa saya pelajari dari pulkam singkat ini. Setidaknya saya kembali bisa merasakan nikmatnya menyelesaikan urusan dengan beberapa orang dan tempat sekaligus. Begitulah Yogyakarta, sebuah kota nyaman dan lengang di mata saya.

Setidaknya, ini lah beberapa urusan saya selama hari sabtu di Jogja kemaren, :

  1. Membuat e-ktp di kantor kecamatan Prambanan,
  2. Bertemu dengan Mahfudz, berbicara dan berpamitan baik-baik karena saya meninggalkan pekerjaan untuknya dengan tidak pamit secara langsung di SMP 2 Jogja,
  3. Bertemu dengan diaz untuk melunasi hutang-hutang sejak jaman syuting SKDA jaman dulu di maskam UGM serta titipan uang utang untuk teman kkn,
  4. Bertemu dengan uzi untuk memberikan set alat rekam di perpus kota,
  5. Bertemu dengan verdika &bowo di kedokteran UGM buat transaksi pulsa serta silaturahim,
  6. Bertemu dengan inna di gejayan untuk bayar uang jaket,
  7. Potong rambut,
  8. Menikmati jogja malam hari bersama Yasser, kresna, dioba, ado, dan soni di sekitar tugu Jogja.

Semuanya dikerjakan mulai sabtu siang sampai sabtu malam :D. Sementara kalo di Jakarta, biasanya 2-3 urusan saja yang bisa dilakukan untuk berurusan dengan orang yang berbeda di tempat yang berbeda. Terlaksananya segala sesuatu sesuai rencana itu benar-benar sebuah nikmat. (worship). Terima kasih buat teman-teman yang biidznillah atas bantuannya semua agenda ini terselesaikan dengan baik.

Sisa hari minggu, saya gunakan untuk bersantai di rumah sekaligus acara keluarga :D. Dan tak terasa, saat saya menulis ini, saya sudah berada di base Pulogadung lagi :D. Mari beraktivitas!!!

20 Feb 2012

6.25 AM, suatu pagi di Pulogadung

Dari sini semua berawal 😀

Lintang Masa Kini

Sekedar berbagi, sedari kecil, entah ini takdir entah bukan, jarak antara rumah yang saya tinggali dengan tempat saya menuntut ilmu dan berkegiatan tidaklah bisa dibilang dekat. SD saya misalnya, sebelum akhirnya saya pindah di daerah Maguoharjo, rumah saya berada di selatan Prambanan sementara sekolah saya berada di daerah Condongcatur(sekitar 13 km). Kemudian ,saat di SMP, saya sudah pindah di Maguoharjo, sementara sekolah saya ada di daerah Kotabaru (sekitar 10 km). Beralih ke SMA, SMA saya berada di dekat pasar kuncen(seitar 13 km). Untungnya ketika kuliah, jarak yang begitu tempuh semakin dekat, sekitar 9 km.
Dulu, pernah saya mengeluh sendiri akan hal tersebut, dan kemudian membuat malas akan beberapa hal dalam berkegiatan. Namun, semoga tidak untuk sekarang. Kenapa? karena saya telah menemukan sosok lintang-lintang masa kini yang membuat saya takjub dan sadar diri,, here are those persons,
Dhini namanya,,teman di KSAI, mantan adek kelas SMA yang kini jadi seangkatan ini kemudian baru saya ketahui ternyata nglaju dari Muntilan, Jawa Tengah,yang berjarak sekitar 25 km. Keren bukan?? Setiap hari selalu keluar propinsi.
Di atas gunung, ternyata masih ada langit. Masih ada yang lebih gila lagi. Dia adalah staff saya di departemen pendampingan KSAI, Prima namanya. Ternyata, stelah saya ketahui, dia itu nglaju dari Pundong Bantul yang berjarak sekitar 35 kilometer. Tidak bisa saya bayangkan, apalagi dia itu bukan laki-laki (perempuan,akhwat red.)
Mereka berdua menurut saya sudah cukup “gila”. Namun kemudian saya teringat seorang teman ”mantan seperguruan” yang kini kuliah di Informatika UGM(elektro). Ibnu namanya, sobat saya yang satu ini cukup Guendeng, bayangkan, ternyata,sampai detik ini dia masih terus nglaju dari Galur KulonProgo kalau mau ke kampus yang berjarak sekitar 47 kilometer!!!!!. Nglaju bro sis !!!! 47 kilometer!!!,,
Begitulah, mereka disamping teman-teman saya yang lainnya yang rumahnya jauh-jauh canggih, ali, noerma, budiarto, uzzy, unik, ibram, dan masih banyak lagi, merekalah lintang masa kini yang dengan mengingat mereka membuat saya tersadar, dan membuat saya malu, bilamana kemudian saya bermalas-malasan dan telat dengan alasan jauh….

Sepenggal kisah di semester pertama…

Sepenggal kisah di semster 1

Jurusan teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

Yupz.. sekarang, hampir tiap hari, tulisan itulah yang senantiasa menyambutku setiap aku mau kuliah, Bukan lagi tulisan Selamat Datang di SMAN 1 Teladan Yogyakarta, sekolahku yang lama.

Lain lubuk lain belalang lain ladang lain ikannya, peribahsa tersebut sekarang benar-benar kuresapi maknanya. 3 tahun di sma telah membiasakanku pada suatu lingkungan yang sangat menyenangkan. Yah… aku merasa Continue reading