Foto dan Kenangan

Dahulu, saya bukan termasuk orang yang sering mengabadikan foto bersama keluarga. Pikir saya toh tiap hari bertemu. Namun lambat tapi pasti, seiring berjalannya waktu frekwensi pertemuan itu berkurang. Mulai dari nomer satu yang pergi ke lain dunia lebih dulu beberapa waktu yang lalu, kemudian nomer dua yang pergi merantau ke lain kota,  kini yang nomer tiga merantau ke lain pulau, dan menyisakan nomer empat yang masih melanjutkan kuliah.

Beruntung di penghujung Ramadhan ini, sebelum nomer tiga memulai perantauan di lain pulau kami masih mendapatkan nikmat berkumpul bersama dan mengabadikan salah satu kenangan.

Ibarat kopi tubruk yang kasar secara penampilan. Ia lugu, sederhana, tapi sangat memikat kalau mau mengenalinya lebih dalam (Dee, Filosofi kopi). Kita tidak selalu mendapatkan tampilan yang terbaik dari apa apa yang kita usahakan.

Sometimes we can’t capture good photo, but memory.

lebaran 1436

Advertisements
  1. Sebelum yang baju merah dimiliki perempuan lain… #eh

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: