First day in France

Alhamdulillah,, pada hari ini akhirnya saya berhasil menjejakkan kaki saya di Prancis untuk keperluan kursus keahlian dari kantor. Bersyukur sekali rasanya dapat kesempatan berkelana di belahan bumi Allah yang lain. Sebuah cita-cita semenjak masuk kuliah dulu dan baru dapat terlaksana awal masa-masa kerja.

Image

suasana Soekarno Hatta

Ini ke dua kalinya saya dapat kesempatan ke luar Indonesia, ada banyak hal yang berbeda dengan pengalaman pertama saya ke luar negeri (Malaysia). Kenapa begitu? Yang pertama untuk sampai di Prancis, saya harus mengalami dua flight dengan transfer di Dubai. Yang kedua, di Prancis sedikit sekali orang yang bisa bahasa Inggris, apalagi Melayu.

Image

menunggu boarding di Dubai International airport

Dua hal tersebut membuat saya diperiksa oleh petugas keamanan lebih lama di bandingkan dengan pengunjung lain. Ketika di Dubai, hanya karena saya Tanya dimana gate penerbangan lanjutan menuju Paris, saya diberondong pertanyaan yang sangat mendetail yang membuat saya panik. Ketika di sampai di bandara Charlesde Gaulle, kalau tidak dibantu orang mahasiswa s-2 Indonesia yang ketemu di pesawat yang sama (mas Satya), barangkali saya akan lebih lama tertahan di pemeriksaan keamanan. Hanya karena saya tidak bisa mengucapkan kata Melun dengan logat prancis.

Image

orang Indonesia di bandara Charles de Guelle (dr kiri : mas Dhika, Aishah, dan mas Satya)

Beruntung saya dapat pesawat emirates boeing 777-300 ER dan airbus 380-800. Luar biasa, akhirnya bisa merasakan naek pesawat yang “besar”. Perlengkapan hiburannya menarik, bisa nonton box office movies gratisan. Makanannya juga luar biasa.

Saya berangkat dari Indonesia jam 00.40 dini hari WIB dan sampai di prancis jam 13.40 waktu setempat di hari yang sama. Sesampainya di Prancis, saya telah dijemput oleh teman kuliah saya di UGM (Aishah) yang sebenarnya dulu cuma tau orangnya saja. Beruntung juga bertemu dengan dua orang Indonesia lain yang kebetulan juga sedang di bandara. Satu orang yang tadi bersama saya di pesawat (mas Satya), dan yang njemput mas Satya (mas Dika).

Dan kami pun akhirnya berbarengan naek RER (semacam kereta commuter di Prancis). Saya kira keretanya keren dan cantik, ternyata tidak juga. Setasiunnya pun juga agak horror dan ada bau tidak sedap. Ada alas an penting kenapa saya memilih menggunakan RER, yaitu karena RER cukup murah dibandingkan dengan naik Taxi. Menurut informasi dari kantor, naek RER dari bandara sampai ke asrama saya menghabiskan 15 Euro saja, sementara kalo naik taxi bisa mencapai 140 Euro.. wow, sampai mules membacanya.

Image

bersama teman dari UGM (Aishah) yang akhirnya meng-guide sampai asrama

Di perjalanan, Saya dan Aish berpisah dengan mas Satya dan mas Dika di stasiun yang saya sendiri tidak tahu bagaimana mengejanya dan sudah lupa namanya. Kemudian saya dan Aish  menunggu kereta lain yang menuju Le Mee (satu stasiun sebelum stasiun Melun) tempat asrama saya berada. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya sampai juga di stasiun Le Mee.

Setelah turun dari stasiun Le Mee inilah perjalanan yang sebenarnya dimulai. Karena fitur Gmap di hape saya lagi error, kami berdua hanya mengandalkan peta Gmap yang telah di print oleh Aish. Katanya sih Cuma 11 menit jalan kaki, hahaha. Karena pertimbangan tersebut, kami memutuskan untuk jalan kaki saja. Asrama saya berada di 571 avenue Jean Monnet. Menurut peta yang dibawa Aish, sebelum sampai di jalan tersebut, kami harus melalui jalan yang namanya sebut saja jalan B. Akhirnya, kami pun memutuskan mencari jalan B terlebih dahulu.

Image

obrolan yang saya sama sekali tidak mengerti

Setelah berusaha mencoba mencari jalan B yang tidak juga kunjung ketemu, saya sempat sedikit panik. Kami (Cuma Aish sebenarnya) pun mencoba bertanya tempat informasi stasiun dan orang-orang sekitar. Sangat membingungkan, mereka semua tak bisa bahasa Inggris. Kemampuan bahasa Prancis saya nol, untungnya Aish bisa sedikit sedikit yang kemudian menghasilkan petunjuk “kanan dan kiri” untuk mencapai asrama saya. Dengan petunjuk “kanan dan kiri” tadi, akhirnya kami sampai di avenue Jean Monnet langsung tanpa harus lewat jalan B.  Alhamdulillah, senangnya bisa sampai di tujuan dengan selamat.

Image

jalan depan asrama

Setelah sampai di Asrama, saya menaruh barang dan mengantar Aish kembali ke stasiun, sekalian meminta rute dan jadwal RER. Kami berpisah di sana. Setelah itu saya makan, mandi. Karena sholat isya’nya jam 10 malem dan waktu itu masih jam 8 an malem, saya memutuskan tidur dulu lalu bangun buat sholat. Yah inilah pengalaman saya di Prancis hari pertama. Semoga nulisnya bisa rajin…

Image

Asrama Chateu Du Mee

Special thx to : mas Satya, mas Dika, dan Aishah

Advertisements
  1. Wes spring yo di sana, wes daylight saving juga, Isya’e jam 10, mirip banget pas aq pertama tekan New Zealand… 🙂

    • fajarbs
    • April 8th, 2012

    opo kui mas day light saving? hehehe.. iyo.. katane sih spring,, tapi yo isih adem n kadang hujan…

  2. waaaa…… mingin2 i

  3. semoga bisa menyusul

      • fajarbs
      • April 11th, 2012

      aamiin.. 😀

  4. mas fajar kapan berangkat? selamat ya, akhirnya sekolah lagi juga

      • fajarbs
      • April 14th, 2012

      iya alhamdulillah,, sabtu kemaren dari Jakarta 😀

  5. semangat

    • Ahmad Helmy Waliyullah
    • April 20th, 2012

    Kayak e kemarin aku sempet komen di tulisan iki e Jar.
    kok ilang ya…

    Tetep lah tapi, fotonya tak kuasee…. 😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: