Menjemput Rezeki

 

 “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (al-Baqarah: 216)

Malam ini, secara iseng , saya membuka akun salah satu bursa kerja yang saya miliki engineering career center UGM (ECC UGM) sekedar untuk mengingat perjalanan saya dalam mencari kerja untuk menjemput rizki yang sudah ditakdirkan Allah untuk saya. Mungkin tepatnya mencari karir, karena karir dan kerja merupakan sesuatu yang mirip walau kenyataannya berbeda.

Kemudian saya dapati, ternyata ada banyak perusahaan yang telah saya lamar. Kalau-dihitung-itung dengan yang lamaran pekerjaan yang saya masukkan tidak lewat ECC UGM, maka total saya telah memasukkan 19 kali lamaran pada total 16 perusahaan. And guess what?

Saya telah ditolak sebanyak 17 kali. 1 lamaran diterima dan 1 lamaran saya resign. Inilah nama perusahaan-perusahaannya.

 

Un*ted Tr*ctors

Exx*n Mob*le

T*tal E&P Indonesie

C*noc* Ph*llips

Adh* K*rya

PT. Fr**port Indonesia

PT. IB*

PT. C* Trafo

PT. Ind*ceme*t

PT. PL* Persero è  4X

PT. Exc*lcom*ndo

PT. *str* ot*parts

PT. Pert*min* gas

PT. G*rud* *ndonesia

PT. Asah*m*tsu fla* glass

Schl*mberg*r 

Yah, banyak teman saya yang berhasil dalam first shot mereka, namun lebih banyak yang berhasil dalam kesekian shotnya. Dan saya mungkin termasuk dalam golongan yang lebih banyak itu (okok).

Diantara statistic itu terdapat data yang menarik,hanya  ada satu perusahaan yang saya apply bahkan sampai 4 kali, yaitu PL*.. dan ternyata, semuanya ditolak.

Pertanyaan kemudian muncul, kenapa sih ngeapply perusahaan sampai 4 kali segala. Ditolak lagi pada akhirnya, hahahaha.

Kalo dibilang love is blind, mungkin itulah jawabannya. Saya sudah cinta mati sama PL*. At that time, passion saya benar-benar disana. Mulai dari kecocokan latar belakang pendidikan, motivasi membangun negri,  kemapanan financial, kemungkinan studi di luar negri, serta prospek untuk terus dapat belajar, belajar, dan belajar. Semuanya ada di sini. Inilah cinta pertama saya yang dulu saya harapkan juga menjadi cinta terakhir saya. Bahkan, dalam buku kenangan SMA saya saya tuliskan dengan mantap cita-cita saya. DIREKTUR PL*!!!! Dan itu satu dari beberapa alasan saya kenapa saya menjatuhkan pilihan untuk studi di teknik Elektro.

Kata orang, jangan mudah menyerah termasuk soal cinta (#ups) karena itulah kemudian saya berjuang untuk mendapatkannya. Namun, perjuangan kita tidak bisa melawan hukum alam yang sudah terbukti sejak masa baheulah. Manusia mungkin berkeinginan, tapi pada akhirnya tuhan lah yang memutuskan. Kadang kala pilihan Tuhan itu beda dengan keinginan kita. Tuhanlah yang tahu mana yang terbaik, kita hanya diminta untuk bertawakal (usaha&doa).

Saya tidak tahu, apakah penolakan sampai keempat kalinya itu merupakan petunjuk bagi saya. Saat itu, saya hanya bisa untuk berusaha berprasangka baik sama Tuhan, mungkin ada yang kerjaan lebih cocok dengan karakter saya dan kompetensi. Begitu juga dengan penolakan-penolakan yang lain. Sampai kadang-kadang saya berpikir apakah saya seburuk itu hingga tak ada lamaran yang diterima, haha. Hingga pada akhirnya, ada juga yang mau menerima lamaran saya. Yang menerima saya sebenarnya bukan cinta pertama saya, tapi sebelum ketemu dengan cinta pertama saya, waktu SMA kami sempat bertemu. And, I had a crush with it, not yet fell in love. Udah naksir lah, tapi belum sampe tahap jatuh cinta. Haha.

Pada akhirnya ketika orang lain ditakdirkan bekerja di tempat yang mereka paling cintai,, Mungkin saya ditakdirkan untuk belajar menumbuhkan tambahan rasa cinta dimana saya bekerja. Pada akhirnya juga, ketika orang lain ditakdirkan untuk mendapatkan jalan lurus dalam usaha mereka mendapatkan salah satu jalan rizki (baca : kerja), mungkin saya juga ditakdirkan untuk melewati jalan yang berliku terlebih dulu.  Barangkali saya akan menemukan hikmahnya suatu saat. Itulah tugas saya, menemukan hikmah-hikmah yang terserak. Mensyukuri apa yang telah saya dapatkan dengan berkarya dengan sebaik-baik karya yang bisa saya lakukan.

Diantara kawan yang  membaca tulisan ini, saya yakin banyak yang lebih berpengalaman dalam menikmati likunya kehidupan, saya mohon bantuannya untuk memudahkan saya mendapatkan hikmah-hikmah yang terserak…

 Terimakasih pada Schlumberger atas tawarannya.. kini kau persinggahanku yang baru..

  Jakarta, Penghujung tahun 2011

 Fajar Budi Suryawan

Advertisement
    • innainna.ting!
    • December 31st, 2011

    sip mas, njenengan sik pakai baju ungu or merah maroon kan ? (ninja)

    • fajarbs
    • December 31st, 2011

    hehehe,, iya… tau aje…. :P

  1. 17 kali ditolak dan tetap semangat? waw..
    Inspiratif mas tulisannya..
    Sukses Mas.

      • fajarbs
      • February 23rd, 2012

      hoho,, makasih han… sukses ya untuk studinya :D

  2. mancaaaap, bikin semangat nih

      • fajarbs
      • February 23rd, 2012

      wow,, alhamdulillah kalo gitu.. btw,, foto siapa itu fay?

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.