One day in my life
Here it is… ini lah hari dimana saya harus mempertanggungjawabkan apa-apa yang telah kulakukan padanya selama enam bulan ini. Yah, setelah lama tidak mengabari mengenai progress dari my FYP, “akhirnya tiba-tiba pooff jadilah my FYP”.
Proses pertanggungjawaban ini, sebutlah pendadaran, berlangsung cukup singkat pada hari Jum’at tanggal 30 September 2011. Saya mendapat empat orang penguji yang kesemuanya merupakan dosen bergelar doktor di kampus saya. Mereka adalah Pak Sasongko Pramono Hadi, Pak Eka Firmansyah, Pak Suharyanto, dan pak Fransisco Danang Wijaya.
Saya tergabung dengan grup pendadaran di ruangan lab Transmisi dan distribusi. Saya memiliki tiga orang teman dalam rombongan ujian di lab Transmisi dan Distribusi mereka adalah Mitsalina Nisrinawati (the lucky number one), Fazri Aditya, dan Annas Mutiara. Beruntungnya ,saya mendapatkan giliran maju nomer tiga. Karena jum’at adalah hari pendek, menurut mitos biasanya orang yang mendapat giliran maju nomer 3 dan 4 hanya “tinggal” mendapat waktu sisa.
Meskipun saya mendapatkan jatah giliran maju nomer tiga, ternyata pendadaran yang saya alami juga tidak singkat-singkat amat (hahahaha, sedih), yakni sekitar satu jam lima menit. Sempat grogi di awal tampil, suasana diperparah dengan “heng” nya si asus putih warisan almarhum kakak saya. Untungnya, keruwetan itu tidak berlangsung lama dan kemudian presentasi dan sesi Tanya jawab berlangsung lancar. Saya bersyukur karena pertanyaan dosen penguji tidak melebar keluar dari topik yang saya presentasikan. Yah, barangkali karena tugas akhir saya memiliki disiplin ilmu yang cukup sama dengan spesialisasi dosen penguji saya sehingga proses diskusi Tanya jawab cukup nyambung.
Tibalah kemudian saat dimana saya disuruh meninggalkan ruangan. Ini merupakan sesi yang cukup menegangkan. Selagi saya keluar, disitulah kemudian keempat dosen menguji mendiskusikan keputusan akhir yang akan mereka berikan kepada saya. Terkejut saya ketika kata-kata pertama yang terlontar dari ketua dosen penguji, pak Sasongko, adalah
“ Maaf mas, dengan berat hati, saya sampaikan bahwa untuk mendapatkan nilai B saja anda tidak layak.” Wow, ada sensasi darah yang berdesir…
”Apalagi mendapatkan nilai C, semakin tidak layak.”lanjut bapak dosen
“Kami, selaku penguji menetapkan kamu mendapatkan nilai, A” pak dosen mengakhiri..
Alhamdulillah, ketegangan pun segera cair… Candaan di akhir sesi yang menyenangkan ^^


ALHAMDULILLAH …
wuaaaaa,
selamat mas fajar, kapan ujian kompre?
alhamdulillah sudah juga ^^
Semoga cepat mendapatkan yg trbaik untk melangkah dr persimpangan
aamiin,, makasih,,, sukses juga buat studimu (drinking)