Jari yang sakit, elegi(lagi-lagi) intan dan arang

 

Di musholla Al-qomariah,hikmah subuh, di salah satu hari di antara 49 hari lainnya

Salah satu hikmah subuh yang cukup berkesan yang dibawakan ustadz Luqman Al-Jogjawi…

Alkisah, ada seorang pemuda yang merasa dirinya sakit-sakitan. Setiap kali menunjuk dan menyentuh bagian tubuh dengan jarinya,  ada erangan lirih yang senantiasa terucap. Entah ketika menyentuh leher, kepala, hidung, tangan, perut, kaki, ataupun semua bagian tubuh yang lainnya.

Merasa ada yang tidak beres dengan sebagian besar organ tubuhnya, diapun mencoba mencari penyebab dari semua itu, pergilah ia menemui dokter yang ia rasa cukup kompeten dibidangnya. Diagnosis pun dilaksanakan, sang dokter memeriksa secara cermat setiap bagian tubuh dari pemuda tersebut. Sesekali, terlihat anggukan tanda faham dari sang dokter setiap kali menyentuh bagian tubuh pemuda tersebut.

Singkat cerita, tibalah saat dokter melaporkan hasil pemeriksaannya terhadap pemuda tersebut.

“Wahai fulan,, telah kutemukan sumber dari penyakitmu,, sungguh sangat sederhana sekali permasalahanmu” kata Dokter

“Apa itu wahai pak Dokter?” jawab sang pemuda

“Sederhana,, sebenarnya secara garis besar, tubuhmu sehat, baik-baik saja, dan tak ada penyakit apapun yang menyertainya, hanya saja perlu diketahui bahwa jari telunjukmu patah,, itu saja,, seandainya jari telunjukmu diobati,, sembuh sudah penyakitmu.” ujar sang dokter

“Oooo..” pemuda itu pun ter OOOOO merdu..

Kadang, kita merasa serba salah,, berkegiatan di tempat A bermasalah dengan teman kerja, di B bermasalah dengan atasan, di C bermasalah dengan bawahan, di D terhambat karena minimny fasilitas, di E tak berkembang karena kurang ada kompetitor, di F tak produktif karena kurang perhatian dari rekan kerja, di G gagal karena rival terlalu berat, dan sederet H, I, J, K sampai Z yang lainnya.

Kalau sudah seperti itu keadaannya, mari kita instropeksi diri. Jangan-jangan diri kita adalah jari yang patah itu. Seorang yang punya kualitas diri yang baik, dimanapun ia ditempatkan akan tetap ada kemanfaatan yang bisa diberikan. Begitu pula sebaliknya, seorang yang kualitas dirinya buruk, di tempat apapun ia ditempatkan akan selalu muncul masalah-masalah dari manapun asalnya.

“Sebongkah intan, akan tetap bersinar,di manapun ia di letakkan, bahkan di comberan sekalipun. Seonggok arang, selalu saja mengotori, dimanapun ia diletakkan, termasuk di hamparan kain putih.”

Advertisement
  1. Maka, kt harus jadi apa? Intan dtengah comberan? Atau intan di sktr intan yg lain agar kt sm2 memancrkan snar yg menakjubkan. . .

    • fa
    • November 1st, 2010

    ya jadilah seperti intan,, entah itu dimanapun kamu berada,, kalo boleh milih tempat ya,,, carilah lingkungan yang paling baik…. :D ,,,

  2. Good answer. . .
    Like this

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.