Seutas kisah di “kota” utara Jawa II
Setelah shock cukup reda dan mulai sedikit agak berpikir jernih, saya mencoba untuk langsung saja masuk pesantrennya tanpa sepengetahuan bapaknya. Eh Alhamdulillah, ternyata masih ada beberapa santriwan yang terbangun. Setelah cukup berbincang-bincang nampaknya mereka mulai kasihan dengan saya^^,dan karena tampang juga bukan tampak seperti orang jahat atau penipu, Alhamdulillah saya diijinkan numpang tidur, n menitipkan motor serta logistic saya hehe. Yah tidur sekadarnya lah beralaskan sarung dan berbantalkan tas n jaket. Dingin? Gak juga, udara Semarang cukup panas dibanding dengan Jogja. Sebelum tidur tak lupa berdoa n menyetel alarm, besuk jam 4 sudah harus bangun dan merencanakan planning perjalanan hari itu.
Rabu, 26 November 2009, dini hari, saya terbangun karen alarm. Ngantuk sih, tapi harus ditahan, hari ini target 15 responden harus terpenuhi!(supaya target jalan2 sebelum pulang ke Jogja terpenuhi red) Jum’at harus sudah sampe Jogja lagi (Sabtu n Minggu sudah ada agenda red.) Berbekal peta semarang yang saya beli di Gramedia Jogja, saya buatlah rencana perjalanan hari itu, kawasan grobogan pandansari, serta sebagian kecil pindrikan telah saya tetapkan jadi target operasi hari itu. Beberapa saat setelah itu adzan subuh pun berkumandang, segera ibadah subuh saya tunaikan.
Setelah mentari mulai meninggalkan peraduannya, saya memutuskan untuk melapor ke pak kyai pemilik pesantren sekalian silaturahim. Betapa kaget dan terkejutnya saya,, ternyata oh ternyata saat itu waktunya santri putri ngaji di tempat pak kyai. Sepanjang mata memandang,,,zing….. semuanya mahluk hawa. Grogi,, iyalah,, secara anak teknik cowok semua, sekarang harus dihadapkan pada mahluk2 yang berbeda,hehe^^, apalagi mereka memandangi saya dengan sorot mata yang aneh,, seperti habis melihat mahluk langka(Dikira mau nglamar apa ya?wkwkwkwk^^). Walau begitu, karena tekad untuk melapor sudah bulat, cuek saja, segera saya masuk rumah pak kyai untuk “laporan” n ngobrol2 bentar. Malah pak kyainya nawari saya tidur di salah satu kamar dirumahnya. Wekz,, bukannya saya nggak mau, tapi saya yang gak enak. Bayangin coba, bagaimana kao saya bangun tidur keluar kamar lalu bertemu dengan santri2 putri yang lagi ngaji. Weh,, tengsin berat lah..
Pukul 8.00, saya sudah siap, berbekal peta, logistic surve, dan mental, saya bergerilya dari rumah ke rumah. Satu persatu alamat saya datangi. Wah, benar-benar menyenangkan, ada manis, asam, bahkan pahitnya. Masyarakat Semarang cukup aneh-aneh dan beragam pula perlakuannya kepada saya, mulai dipersilakan dengan baik lalu dijamu, sampai ditolak dan diduga sebagai sales pun ada semua. Saya juga menemukan satu ciri orang Semarang, yaitu kata “he’eh” untu mengganti kata agreement atau iya. Sekitar pukul 17.30, saya cukupkan surve pada hari itu. Lumayan 10 responden, tapi masih jauh dari targetku 15 responden pada hari pertama. Sedikit kekhawatiran merasuk ke kalbu..
Sebuah sms masuk…
“aslm, jar, jadi pulang jum’at kan?”
Sender : family Ibu
Duh bingung aku menjawabnya, kucritakan semua pada beliau, dan tak lama kemudian sebuah sms lagi masuk…
“Ya jar, smg Allah mempermudah semua urusan fajar n umt muslim.Amin”
Sender: Famiy Ibu sent : 26-Nov-2008 17:55
Yupz, nitro for my spirit
Adzan magrib pun berkumandang, isya’nanti ada janji dengan temanku yang juga dapat jatah di Semarang, kami pun bertemu di Masjid di pinggir simpang lima Semarang. Rupanya dia mengalami hal yang mirip dengan saya. Kekhawatiran kami pun cocok. Kami bertekad esok hari harus lebih cepat lagi, effektif dan jangan berlama-lama. Akhirnya saya pun diajak bermalam di rumah pakdenya. Jadi deh malem ini tidak bermalam di pesantren.
Wah rupanya ajakannya tepat, menyenangkan,, makan gratis, tidur dengan kasur empuk, bantal, anget lagi,, hehehe. Beda sekali dengan tadi malam. Gizi terjamin,hehehe. Malam ke dua yang cukup menyenangkan.
Kamis, 27 November 2008, Sekitar pukul 4.00, Saya terbangun lagi dengan suara alarm. Segera berbenah untuk sholat subuh dan survey untuk hari ini.to be continued…
Loading...
Wew,, untunglah dpt t4 tidur. wkwkwk…
tadinya ta kirain berakhir di emperan. Hahahaha :p
edelisa - February 5, 2009 at 8:47 am
ohohoo..ni critanya mau KP di semarang to?! =]
amuslimphysician - February 6, 2009 at 5:34 am
udah KP??
noerma123 - February 9, 2009 at 3:23 am
lisa: hoho,, alhamdulillah
muslim : gak kalik,, rencana KP belum terpikir,,,,hehe
Noe : Belum bu sekjend,, KP PLN= Kepuasan pelanggan PLN
fajarbs - February 9, 2009 at 1:16 pm
keyen …
hebat, hebat
wah wah jar bisa-bisa dipek mantu mbek pak kyai [pake logat semarangan, red]
btw, jazakalloh dah bantu sampe Banyuwangi
semoga dapet balasan berlipat
n saya dimudahkan untuk mengembalikan ^_^
salam kenal [halah!]
http://firman.web.id
dafitawon - February 9, 2009 at 5:57 pm
enake di Aminin ra yo?
hehe…
smoga saja diberikan yang terbaek ^^!
yo podo2 man,,, santai saja….
saya juga tidak terburu-buru
fajarbs - February 9, 2009 at 10:59 pm
waduh aku meh komen apa ya? ya wis lah sing penting nulis. salam untuk konco-koncone fajar sing ayu-ayu. waduh aku dadi salah tingkah…
bagus - February 11, 2009 at 6:00 am
Weleh bagus,, bagus,,
pancen koe lek,,,
aja ngisin2i cah elektro le…hehehe,,,
omongke apa omong dewe?
fajarbs - February 11, 2009 at 6:24 am
aku nanggepi jar. . . . .
tapi nanggepi komentare bagus . . . hehehe
bagus saiki uwis gede jar, mule nge-search . . . .
yunus07elektro - February 13, 2009 at 12:39 am
Semarangan MODE: [ON]
Wah nggaya ik, dipek mantu pak kyai.
Semarang MODE: [OFF]
Wah Jar, tak kiro turu neng warnet e. Hehehe….Piss…
Darwinho - February 14, 2009 at 11:27 pm
Weh iyo, Fajar durong traktir nih
Helmy - February 15, 2009 at 3:05 pm
Weh iyo, Fajar durong traktir nih, udah gajian kan
Helmy - February 15, 2009 at 3:05 pm
Wo…semangat om!! Nek dipek mantu, ojo lali mbek aku yo(traktirane).
Yudha - February 23, 2009 at 10:42 am
wakawkakw,,, bagus kwi konslet gek-an…. jare akhir2 iki rodhok miring masalah ngono kwi,, hehehe..
madarmawan - March 5, 2009 at 3:53 pm
liukkan ceritamu dengan suara2 dari padang panjang jar!!!
soale ak seneng sing seba melayu (bukan berlari)…hohoho
yasser - March 8, 2009 at 6:23 pm
helmi : hehehe
Yudha : Ehm,, doakan saja dimudahkan hwkwkwkwkwkwk
madarmawan : stuju
yasser : wah ser, saran yang bagus,, tapi engko ndak kedawan ah,,,,yupz,, patut dicoba untuk kisah2 selanjutnya
fajarbs - March 9, 2009 at 8:42 am