“A man Named Fajar!”
Bukan sekedar mahasiswa biasa

Terima Kasih Wahai Sahabat…

Drrrrt…. Drrrt, seperti itulah bunyi getaran nokia 6610 ku dipagi itu yang menandakan ada sms masuk. Setelah kubuka, ternyata dari seorang sahabat yang kurang lebih isinya,

“ Tiap orang berbeda ujiannya. Andai kita melihatnya sebagai kesusahan, maka itulah yang akan terjadi. Tapi jika kita melihatnya sebagai tangga kemuliaan, maka tersenyumlah..”

Simple sih, tapi mengena sekali buatku kala itu yang entah kenapa lagi terkena sindrom mengeluh. Ya,, terus-terusan mengeluh karena agenda menumpuk lah, janji yang tidak ditepatilah, tugas-tugaslah, dan lain sebagainya.

Ya.. pada akhirnya aku kembali tersadar bahwa tiada kemuliaan tanpa perjuangan. La izzata illa bil jihad. Itulah yang membedakan sebonglah intan dan seonggok arang. Mereka itu sama-sama dari karbon, tapi sangat berbeda, yang satu mulia dan sangat berharga, yang satunya hitam, biasa saja dan tak begitu berharga. Penempaan terhadap merekalah yang berbeda. Intan ditempa dengan suhu yang sedemikian ekstrim, dan tidak demikian bagi arang, arang hanya ditempa sekadarnya.

Yah paling tidak, sebuah pesan tersebut kembali mengingatkanku bahwa untuk menuju kemuliaan itu butuh perjuangan sebagaimana karbon harus ditempa sedemikian rupa untuk menjadi sebongkah intan.

Sekedar ingin mengucap, terima kasih sahabatku, semoga Allah membalasmu dengan balasan yang jauh lebih baik.

21 Responses to “Terima Kasih Wahai Sahabat…”

  1. oh.. ya.. samasama.. terimakasih juga…

    (halah)

  2. hehehe,,,

    iyo pren,, koe entuk ra?

  3. weh iku soko aku to? hwehehe… :mrgreen:

  4. KATA bisa menggugah dan membuat kita bangun. tersadar dan segera berlari membakar semangat untuk sebergelora api unggun. hidup memang bisa menaik juga bisa menurun. tapi dendang bahagia harus tetap mengalun. ditengah kicau burung pagi dan setetes embun. atau segemuruh air terjun. atau serindang pohin rambutan di kebun.
    kalau begitu coba dinilai blog saya yang baru tiga bulan mengalun. apakah sudah baik sebagai sebuah akun?

    http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

  5. Kresna : Heh??? ada dehhhhhh….

    Mz tren : Bagus kok mas,,, Wah pintar sekali anda merangkai kata…Thanks for commenting

  6. kekuatan sebuah kata,
    ketika hanya dengan seruan-seruan, bangkitlah semangat tuk ubah dunia .. halah

  7. wa,,,smangat ya Fajar! btw makasih ya kejutane pas akad :D

  8. eh terkena sindrom ngeluh y jar. ckckk…saake. :P
    coba baca ini yg pnh kutulis wkt kena sindrom yg sm.

  9. Terima kasih juga wahai sahabat hbis baca artikel ini aq jadi bisa lebih mendingan dari sebelumnya :)
    JzkAllah Akhi

  10. Assalamu’alaykum..
    Huff.. numpang mampir ya Mz. Heehe.

    Hmm,.. asik juga klo punya temen yg kayak gitu.
    tiap ngeluh di sms muluu…. hag…hag..hag…. xp)
    brarti bisa tiap hari nih aku di sms… wkwkwk..

  11. alhamdulillah ada sahabat yg mengingatkan kita pd kebaikan..

  12. Firman : Mmmm,,, Indonesia bangkit? hatapan itu masih ada Man!
    Dzikrina : Yupz,, besuk gantian ya!!! hehehehe
    rhm : Terima kasih infonya
    Azhari : Wah, ternyata bisa berguna ni postingan, makasih juga…
    Edelisa : Wa’alaykumsalam, hehehe,,, ya gitu deh,,, wah brarti ngeluh truz juga nih?
    Mz Fachri : Yupz Alhamdulillah, itulah sahabat, tidak hanya datang ketika kita senang, tapi juga senantiasa membantu kita di saat susah.

  13. ngg teruz2an siy…
    tp, ngg jarang. heheehe.

  14. Firman : Maksude harapan itu masih ada,,,hehehe,, salah ketik
    Edelisa :iya deh…:D, eh btw, kok ada fotonya,,, caranya gmana tu? kan kamu g punya wp kan?

  15. ada de…

    hag..hag…hag… xp)

  16. yah…good deh…
    bagus….
    satu kalimat banyak makna..
    menyenangkan bisa begitu, tapi gak semua orang bisa begitu

  17. selangkah kealam perjuangan berarti selamanya dalam kepahitan.biarlah menangis, terluka, kecewa, karena Allah. daripada mati tanpa mujahadah. kita tak sanggup selamanya terluka tapi ingatlah setiap tetesan darah dari luka, dan air mata itulah mahar kita menuju Syurga. bila ditanya kenapa perjuanagn itu pahit? jawabnya karena Syurga itu manis.semoga langkah perjuangan kita di istiqomahkan oleh Allah

    banyak ujian adalah tanda Allah sayang sama kita insyaAllah..kalo kita dkasih enak terus bisa jadi Allah justru gak ‘care’ sama kita(na’udzubillah)..ujian2 itu untuk mengukur seberapa kuat iman seseorang,,gt deh…(aku ki ngomong opo tho yo..??)

    berhentilah mengeluh,karena mengeluh justru akan memperberat masalah kita,,

    kip fight!!!^;^

  18. tul tul……ALLAHU AKBAR

  19. Sahabat sejati tu adalah yang mau membagikan semangat juang dan mau mengingatkan ketika kita salah………
    Sip Jar

  20. yups. tetep saling mengingatkan. btw akhir2 ini jarang kethok? sibuk penelitian? belajar?

  21. Heh? jarang kethok? jarak kethok nangndi mas? kethok terus kok,hahaha, njenengan mawon sing mboten nate dugi, hehehehe,,,

    Penelitian? belum ki mas,,,
    Belajar? belajar kan g harus kuliah mas,,,hehehe(pembelaan)


Leave a Reply