“A man Named Fajar!”
Bukan sekedar mahasiswa biasa

Ada yang bisa njawab???

Setelah beberapa kali membaca dan menghadiri kuliah, saya dapat menarik kesimpulan bahwa ternyata orang yang kesetrum itu terbakar karena arus listrik yang sangat besar. Dan karena itulah ia mati. Mohon kalau kesimpulan saya salah tolong dibenarkan.

That being a question is…. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah, kenapa kok di tempat yang listriknya dahsyat selalu diberi plang peringatan, “Awas tegangan tinggi!” bukan lantas malah, “ Awas arus listrik besar”. Kenapa coba?

Saya tidak tahu, apakah itu sebuah keterlanjuran, ataukah hanya karena persoalan diksi dan pemilihan kata, atau kesimpulan yang saya ambil salah..

Ada yang bisa menjawab?

27 Responses to “Ada yang bisa njawab???”

  1. mas, udah takliyat nii bagian “Ada yang bisa njawab??”

    Tapi aku ngga bisa njawab jeeh … hhehe :D

    -650-

  2. hahahah,,, bar diterangno karo mz yusuf ya ??

    kiro2 knp jar ???

    premium !!!!

  3. kesimpulan km tu insya Allah dah benar. Kalo yg plang peringatan itu juga benar, karena tempat arus lewat itu marupakan sebuah wadah tertentu, sehingga timbul tegangan contohnya wadah tempat di pasangnya plang tersebut. Akhirnya pada wadah tersebut di tulis,”awas tegangan tinggi” karna arus yg mengalir di dalamnya, dan bukan,”awas arus tinggi”. Wallahu a’alam.

    He, sekalian kenalan aja, aq fachri…

  4. lupita : G papa, hehehe, makasih dah mau mampir…

    M. Anung : Kata pak Isnaeni, itu karena listrik dari PLN itu merupakan sumber tegangan, bukan sumber arus, jadi arusnya menyesuaikan dengan nilai tegangan dan hambatannya. Nah arus kan V dibagi R, Kalau tegangannya tinggi banget kan asumsinya arus nya juga besar. begitu,,, Sedangkan untuk memperkecil arus, kita bisa menggunakan hambatan pengaman… ex : sepatu karet dll.

    Maz fachri : Salam kenal aja ya mas, alamat blognya apa? kira2 jawabannya menurut seorang dosen yang lain seperti yang sudah saya tulis.

  5. Salam kenal juga. iya gpp, itu juga saya tanya ke anak elektro.
    Blog ku : fachriansah.wordpress.com
    kasi comment ya. itu masih baru kok. Aq baru pindah dari blogger (muhammadfachri.blogspot.com)

  6. sama2. blogku di :
    fachriansah.wordpress.com
    itu masih baru, yg lama di blogger tapi dah pindah

  7. wduuuu,,maap saia tidak mengertii,,,maapin yee,,^;^

  8. “Saya tidak tahu, apakah itu sebuah keterlanjuran, ataukah hanya karena persoalan diksi dan pemilihan kata, atau kesimpulan yang saya ambil salah..”

    menurutku, bisa semuanya. tergantung titik acuan. dunia seperti ini penuh asumsi dan pendekatan. tidak ada yang mutlak. yang mutlak hanya Allah. hehehe

  9. baterai ideal 1.5 volt, nek disambung karo hambatan 0.000001 ohm, kan aruse 1,5 juta ampere. nek hambatan awake dhewe kan ya sekitar mega ohm-an lah, dadi sing iso nglewatke arus sing berbahaya nang jero awake dhewe ya kudune sumber tegangan sing ana tulisane “awas tegangan tinggi”… : )

  10. misale ana sumber arus sejuta ampere, nek tegangane mung sak volt, kan yo ra isa nyetrum kowe… : )

  11. aku tau…soalnya nanti kalo tulisannya “awas arus tinggi” yang bisa ati2 cuma anak elektro….. :)

  12. yang penting bikin takut orang tulisan itu… kalo dengan ditulisin arus tinggi gak bikin takut orang yo podo wae… :mrgreen:

  13. Lha kalau dibaca-baca lagi definisi arus dan tegangan, opo Jar?

  14. mas fachri : hohoho,, saya sudah mampir kemaren…. sip2
    arif : hehehe, nek karo panjenengan arah pembicaraan pasti ke “sana” keep istiqomah!
    bagus bpg : tapi kalo sumber arus bagaimana? sumber arus n sumber tegangan berbeda lho!!!

  15. noerma : hmmm,,,, boleh juga, tapi iti masalah pembiasaan aja…
    Kresna : SIp.. setuju,,, praktis sekali!!!
    Yoga : Arus : aliran elektron(elektron yang mengalir)
    Tegangan : beda potensial,,,

  16. ora kok Jar.ini serius. di teknik aku ya cuma diajari yang relatif-relatif, trus kenisbian,pendekatan, asumsi. setahuku, kalau oarng kesetrum, itu karena elektron dalam tubuh kita diacak-acak. di acak secara langsung ma arus yang lewat. dan lebih jauh lagi karena memang sumber permasalahannya karena ada beda potensial. tuh kan, ada 2 pendekatan. oh ya, jangan pakai kata tegangan, ntar rancu dengan “Tegangan” dalam kaitannya dengan gaya. lebih keren kalau pakai “BEDA POTENSIAL”. Dasar anak LPKTA!!! hehehe

  17. yo,, katane dosenku juga seperti itu,,
    Eh iya,, lebih baik menyebutnya beda potensial,,hehehe
    satu fakta yang ku tahu,, ternyata PLN tu sumber tegangan dan bukan sumber arus,, maka mungkin paradigma prosesnya diambil dari situ…

  18. suk kuliah ttld… semangat le !!!!

  19. iki podo ngomongke opo toh…

  20. Iyo e. Q g donk….

  21. mboh jar..
    males mikir..

  22. masa tulisannya begini:

    abu nawas di semanggi
    awas tegangan tinggi

    lari terus badanpun harum
    tak kan lari gunung dikejar
    biar takut kena setrum
    asal bisa kenal mas fajar

    lari pagi pake sendal
    dikejar kuda odong-odong
    kalau kita sudah saling kenal
    maen ke bandung dong

  23. ada yang tau definisinya standard defiasi?

  24. Sony : Sorry mas, ini UGM western area’s stuff,hehehe…
    Dalila : Em juga aja deh,, thanks for visiting
    hendra : Pancen koe ki nozzzz….
    mas tren : IA liburan pengen ke Bandung LAGI!!hohoho, lam kenal ya!
    noerma : standar deviasi tu kalo g salah akar positif dari variansi sampel,, hohoho, just copy paste..

  25. soale untuk R yang tetap, semakin besar V semakin besar I

    sederhana ngana ndadak digawe mumet.. kejeniusan itu adalah kemampuan membuat hal yang rumit menjadi sederhana, kalau sebaliknya itu pingin dikira jenius…

  26. Kalo di sini tulisannya : “Bahaya Jangan Dekat!”
    Kalopun diganti “Awas arus listrik besar!”, tetep ada perdebatan. Soalnya “besar” itu relatif :p
    Oh ya, aku pindah ke pahlevi.qsh.es


Leave a Reply