Ada yang bisa njawab???
Setelah beberapa kali membaca dan menghadiri kuliah, saya dapat menarik kesimpulan bahwa ternyata orang yang kesetrum itu terbakar karena arus listrik yang sangat besar. Dan karena itulah ia mati. Mohon kalau kesimpulan saya salah tolong dibenarkan.
That being a question is…. Yang jadi pertanyaan kemudian adalah, kenapa kok di tempat yang listriknya dahsyat selalu diberi plang peringatan, “Awas tegangan tinggi!” bukan lantas malah, “ Awas arus listrik besar”. Kenapa coba?
Saya tidak tahu, apakah itu sebuah keterlanjuran, ataukah hanya karena persoalan diksi dan pemilihan kata, atau kesimpulan yang saya ambil salah..
Ada yang bisa menjawab?
Loading...
mas, udah takliyat nii bagian “Ada yang bisa njawab??”
Tapi aku ngga bisa njawab jeeh … hhehe
-650-
lupita - September 5, 2008 at 6:01 am
hahahah,,, bar diterangno karo mz yusuf ya ??
kiro2 knp jar ???
premium !!!!
freztstep - September 6, 2008 at 1:22 am
kesimpulan km tu insya Allah dah benar. Kalo yg plang peringatan itu juga benar, karena tempat arus lewat itu marupakan sebuah wadah tertentu, sehingga timbul tegangan contohnya wadah tempat di pasangnya plang tersebut. Akhirnya pada wadah tersebut di tulis,”awas tegangan tinggi” karna arus yg mengalir di dalamnya, dan bukan,”awas arus tinggi”. Wallahu a’alam.
He, sekalian kenalan aja, aq fachri…
fachri - September 10, 2008 at 4:34 am
lupita : G papa, hehehe, makasih dah mau mampir…
M. Anung : Kata pak Isnaeni, itu karena listrik dari PLN itu merupakan sumber tegangan, bukan sumber arus, jadi arusnya menyesuaikan dengan nilai tegangan dan hambatannya. Nah arus kan V dibagi R, Kalau tegangannya tinggi banget kan asumsinya arus nya juga besar. begitu,,, Sedangkan untuk memperkecil arus, kita bisa menggunakan hambatan pengaman… ex : sepatu karet dll.
Maz fachri : Salam kenal aja ya mas, alamat blognya apa? kira2 jawabannya menurut seorang dosen yang lain seperti yang sudah saya tulis.
fajarbs - September 10, 2008 at 9:09 am
Salam kenal juga. iya gpp, itu juga saya tanya ke anak elektro.
Blog ku : fachriansah.wordpress.com
kasi comment ya. itu masih baru kok. Aq baru pindah dari blogger (muhammadfachri.blogspot.com)
fachri - September 11, 2008 at 10:33 am
sama2. blogku di :
fachriansah.wordpress.com
itu masih baru, yg lama di blogger tapi dah pindah
fachri - September 11, 2008 at 10:35 am
wduuuu,,maap saia tidak mengertii,,,maapin yee,,^;^
seorang calon arsitekk - September 11, 2008 at 1:13 pm
“Saya tidak tahu, apakah itu sebuah keterlanjuran, ataukah hanya karena persoalan diksi dan pemilihan kata, atau kesimpulan yang saya ambil salah..”
menurutku, bisa semuanya. tergantung titik acuan. dunia seperti ini penuh asumsi dan pendekatan. tidak ada yang mutlak. yang mutlak hanya Allah. hehehe
arif - September 12, 2008 at 1:35 am
baterai ideal 1.5 volt, nek disambung karo hambatan 0.000001 ohm, kan aruse 1,5 juta ampere. nek hambatan awake dhewe kan ya sekitar mega ohm-an lah, dadi sing iso nglewatke arus sing berbahaya nang jero awake dhewe ya kudune sumber tegangan sing ana tulisane “awas tegangan tinggi”… : )
bagusbpg - September 13, 2008 at 2:53 am
misale ana sumber arus sejuta ampere, nek tegangane mung sak volt, kan yo ra isa nyetrum kowe… : )
bagusbpg - September 13, 2008 at 4:16 am
aku tau…soalnya nanti kalo tulisannya “awas arus tinggi” yang bisa ati2 cuma anak elektro…..
noerma123 - September 14, 2008 at 4:28 am
yang penting bikin takut orang tulisan itu… kalo dengan ditulisin arus tinggi gak bikin takut orang yo podo wae…
wahyukresna - September 14, 2008 at 1:01 pm
Lha kalau dibaca-baca lagi definisi arus dan tegangan, opo Jar?
YoHang 07 - September 19, 2008 at 5:00 pm
mas fachri : hohoho,, saya sudah mampir kemaren…. sip2
arif : hehehe, nek karo panjenengan arah pembicaraan pasti ke “sana” keep istiqomah!
bagus bpg : tapi kalo sumber arus bagaimana? sumber arus n sumber tegangan berbeda lho!!!
fajarbs - September 20, 2008 at 4:51 am
noerma : hmmm,,,, boleh juga, tapi iti masalah pembiasaan aja…
Kresna : SIp.. setuju,,, praktis sekali!!!
Yoga : Arus : aliran elektron(elektron yang mengalir)
Tegangan : beda potensial,,,
fajarbs - September 20, 2008 at 4:55 am
ora kok Jar.ini serius. di teknik aku ya cuma diajari yang relatif-relatif, trus kenisbian,pendekatan, asumsi. setahuku, kalau oarng kesetrum, itu karena elektron dalam tubuh kita diacak-acak. di acak secara langsung ma arus yang lewat. dan lebih jauh lagi karena memang sumber permasalahannya karena ada beda potensial. tuh kan, ada 2 pendekatan. oh ya, jangan pakai kata tegangan, ntar rancu dengan “Tegangan” dalam kaitannya dengan gaya. lebih keren kalau pakai “BEDA POTENSIAL”. Dasar anak LPKTA!!! hehehe
arif - September 20, 2008 at 1:26 pm
yo,, katane dosenku juga seperti itu,,
Eh iya,, lebih baik menyebutnya beda potensial,,hehehe
satu fakta yang ku tahu,, ternyata PLN tu sumber tegangan dan bukan sumber arus,, maka mungkin paradigma prosesnya diambil dari situ…
fajarbs - September 22, 2008 at 2:17 am
suk kuliah ttld… semangat le !!!!
freztstep - September 24, 2008 at 3:29 pm
iki podo ngomongke opo toh…
Sony HP - September 28, 2008 at 11:19 am
em…
Dalila Sadida - October 6, 2008 at 10:16 am
Iyo e. Q g donk….
Darwinho - October 7, 2008 at 1:35 am
mboh jar..
males mikir..
hendra - October 7, 2008 at 4:38 am
masa tulisannya begini:
abu nawas di semanggi
awas tegangan tinggi
lari terus badanpun harum
tak kan lari gunung dikejar
biar takut kena setrum
asal bisa kenal mas fajar
lari pagi pake sendal
dikejar kuda odong-odong
kalau kita sudah saling kenal
maen ke bandung dong
tren di bandung - October 8, 2008 at 7:39 am
ada yang tau definisinya standard defiasi?
noerma123 - October 10, 2008 at 4:25 am
Sony : Sorry mas, ini UGM western area’s stuff,hehehe…
Dalila : Em juga aja deh,, thanks for visiting
hendra : Pancen koe ki nozzzz….
mas tren : IA liburan pengen ke Bandung LAGI!!hohoho, lam kenal ya!
noerma : standar deviasi tu kalo g salah akar positif dari variansi sampel,, hohoho, just copy paste..
fajarbs - October 14, 2008 at 8:38 am
soale untuk R yang tetap, semakin besar V semakin besar I
sederhana ngana ndadak digawe mumet.. kejeniusan itu adalah kemampuan membuat hal yang rumit menjadi sederhana, kalau sebaliknya itu pingin dikira jenius…
tomtomaneh - October 31, 2008 at 3:28 pm
Kalo di sini tulisannya : “Bahaya Jangan Dekat!”
Kalopun diganti “Awas arus listrik besar!”, tetep ada perdebatan. Soalnya “besar” itu relatif :p
Oh ya, aku pindah ke pahlevi.qsh.es
Levi - December 12, 2008 at 3:16 pm