Ternyata Saya Bisa Menulis (II)
Saat itu saya telah menginjakkan kaki saya di kelas XI di SMA Negri 1 Yogyakarta. Saat itu saya sedang sibuk-sibuknya menyiapkan ujian sertifikasi Internasional Class(wuzz….biasa wae,hehehe, bukan A level kok!sekedar IGCSE) dan mengurusi PTB WDP XXI. Bukan secara kebetulan, saya saat itu menjadi salah satu ketua(ketua II) pada PTB WDP XXI bersama mas Firman(ketua umum) n mas Yovan(ketua I).
Nah karena itulah kami bertiga jadi sering jalan bersama..(Jangan salah ditafsirkan lho!). Sampai pada suatu ketika pada pertemuan di Waroeng Steak di jalan Taman Siswo Yogyakarta terjadilah perbincangan itu.
Saat itu dengan secara tidak biasanya, mas firman mengajak saya n yovan untuk bincang2 di sana. Dengan senang hati dan tidak menolak, maka saya iyakan tawaran itu,, maklumlah, pelajar,hehe.
Dalam perbincangan tersebut salah satunya, ternyata mas firman sedang ingin berbagi kebahagiaan kepada saya dan mas yovan karena dia baru saja menang suatu lomba kepenulisan.
Sejak saat itu, sedikit terbersit keinginan kembali untuk mencoba untuk menghilangkan ”trauma” kepenulisan itu. Kita kan sama-sama makan nasi, jika orang lain bisa, kenapa saya tidak?
Sampai pada suatu ketika, mas Firman yang nampaknya mulai membaca gelagat keinginan saya, memberitahu saya kalo ada lomba esai kepemudaan dari Mennegpora. Sulit juga untuk memulai, tapi karena tekad sudah bulat dan kebetulan saya saat itu terkena wabah Kantong Kering, akhirnya berkenan untuk mencoba kembali memulai aktivitas menulis yang sudah lama sekali sudah tidak saya lakukan.
Berbekal baca-baca tulisan mas firman dan sedikit pengarahan beliau, akhirnya saya mencoba untuk membuat tulisan. Dan Akhirnya, selesai sudah, tanpa sempat minta masukan dari orang-orang(karena sudah mepet deadline) saya masukkan saja tulisan saya tersebut. Karya saya yang pertama. Entah mengapa, seusai ”berhasil”membuatnya, saya merasa kelegaan yang sungguh tak terhankan, tak peduli bisa menang apa tidak, saya telah merasakan suatu kenikmatan yang tak terhankan, ternyata saya bisa juga menulis…
Detik, menit, jam, dan hari pun berlalu..
Saya lupa hari apa, tapi yang jelas saat itu, kami tiga ketua PTB, hendak melakukan survey ke Srunggo(tempat kami melakukan kemah Bhakti) di daerah Imogiri. Tak dinyana, mas Firman menanyakan kabar tulisan saya, saya pun spontan mengatakan kalo saya belum sempat ngenet. Dan beliau pun kemudian kalo beliau tadi sempet ngenet, dan menemukan nama Fajar Budi Setiawan sebagai juara pertama kategori pelajar, dari Jogja lagi. Ehm,, kemudian muncul rasa yang campur aduk dalam hati saya. Nama saya kan Fajar Budi Suryawan bukan Setiawan. Masalahnya di SMA saya juga ada kakak kelas yang namanya Fajar Budi Lestari dan juga Fajar Budi Marwanto, jadi saya pikir itu orang lain meskipun dalam hati saya sangat berharap bahwa A man Named Fajar tersebut adalah saya, Fajar Budi Suryawan.
Beberapa hari setelah itu, saya pun merasa agak putus harap, kok tidak ada yang menghubungi saya ya.. Tibalah kemudian suatu saat ketika saya pulang sekolah ibu saya memberi tahu kalo tadi ada yang nyariin lewat Hp ayah ane.. maklum saat itu belum punya hp sendiri jadi no contact personnya saya kasih nomer ayah saya. Beliau bilang dari stafnya menpora, dan lalu beliau pun menginterogasi saya. Dan saya ceritakan sebagaimana telah terjadi.
Malamnya, saya pun berharap-harap cemas akan ada telepon lagi. Ternyata benar, ada telpon lagi dan benar-benar dari staffnya Mennegpora, dan mengundang saya ke Jakarta!!!! Untuk acara penyerahan hadiah… Subhanallah, Allahu Akbar, saya tidak bisa menceritakan saat2 itu lebih detail, tak mampu terlukis hanya dengan sebuah rangkaian untaian kata..
Ternyata, saya bisa menulis…, sungguh kejadian tersebut merupakan emosi positif yang sangat membantu saya untuk terus menulis terutama di saat-saat susah seperti ini(selama mahasiswa,tulisannya belum ada yang tembus,g papa lah, yang penting terus menulis,semoga bisa segera tembus, meski hanya dimuat koran lokal,hehehehe), Kejadian tersebut juga merupakan titik tolak penghapus segala trauma. Sungguh nikmat yang besar, Trimakasih ya Allah…
Loading...
mantabh emang y temenku yg satu ini, opo resepe??
dzikrina - September 4, 2008 at 9:49 am
Wah… jago nulis yyup mz? Btw mpe sekarang masii sering nulis kah?
Klo aku lebih suka mbaca daripada nulis je (soalnya sering gak ada ide…)
-650-
lupita - September 5, 2008 at 6:09 am
Dzikrina : mmmm…. doakan aja tambah baek lagi n bisa bersyukur,,,,resepe apa ya,,, garemnya yang pas aja deh, jangan banyak2 ntar keasinan lagi,,,hehehe
Lupitha : sering nulis? iya, kalo kuliah tu sering nulis,,hehehe
fajarbs - September 10, 2008 at 9:43 am
wah, sip2, teruslah berkarya!!
hehehe, jadi inget, dulu kan waktu kelas XI SMA sering ada iklan PTB, yang ngomong kalian bertiga ya? =P
tia - September 11, 2008 at 2:50 pm
WOOOW…boleh dong minta artikel nya ….masih ada soft nya kan….tolong kirimin ke emailku bisa? fighter.no.3@gmail.com
noerma123 - October 10, 2008 at 4:37 am
septia : hehehe,, masih inget ya?? sip2 ,iya kita bertiga. “dari apa yang kami punya dan kami bisa kami baktikan untuk mendapat cintaNya”
noerma : iya deh, kuusahakan within this week!
fajarbs - October 14, 2008 at 8:40 am
Wah,selamat buat mas fajar…
Emang tidak diragukan kualitasnya,banyak2 nulis dan juga banyak2 doa,dan unsur bejo sangat dominan
Weke ke ke,yo g c?
Ziezah - October 19, 2008 at 4:48 am
subhanallah..frankly, saya sampai merinding membaca nya (lebay mode:on) tapi memang terdengar luarbiasa lhoh, mengingat saya tidak pandai dalam mengolah kata-kata (apalagi nulis karya ilmiah!)
Sip, terus berkarya!
Jangan lupa bayar kostum! wkwkwkwk….
intanpuspitasari - February 25, 2009 at 2:55 am
hehe, wuzz, tan, comment e rada lebay,, ya semoga saja bisa lebih baik lagi.
fajarbs - February 25, 2009 at 6:04 am