“A man Named Fajar!”
Bukan sekedar mahasiswa biasa

This Ain’t Just About Money

Trima kasihku ku ucapkan

Pada guruku yang tulus

Ilmu yang berguna slalu di limpahkan

Untuk bekalku nanti…

Memang susah kalo segalanya hanya sebatas lisan, sulit merasakan. Begitu juga tentang penggalan syair tersebut, sulit mengena bila memang belum masuk ke hati…

Ya.. mirip seperti aku dulu. Dulu, waktu SD, membaca syair tersebut rasanya biasa-biasa saja.Bahkan, ketika disuruh menyanyikan ketika perpisahan kelas 6 pun, hampir tak ada air mata yang menetes, yah meskipun segalanya tidak selalu diukur dengan banyaknya air mata yang jatuh, tapi dari hati yang basah karenanya.

Baru sekarang rasanya aku sadar, betapa mulia dan tulus seorang guru tersebut(guru yang beneran lho!). Ceritanya begini, sebagai mahasiswa aku mencoba untuk mandiri, meskipun semuanya butuh proses. Dalam usaha ku untuk mencoba mandiri, aku berpikir keras dan akhirnya kuputuskan untuk sekarang ini yang bisa kulakukan adalah nyambi jadi guru privat.

Semula tujuanku ya mengajarkan ilmu yang diperoleh sekaligus mencari tambahan untuk mandiri. Tidak begitu memikirkan orang yang kuprivati, maksudku, terserah dia mau serius,mau dapet nilai bagus, sukses, atau sejenisnya.

Namun anehnya, semakin lama aku mengajar semakin aku ingin mentransfer semua yang kupunya supaya dia sukses. Bahkan, ketika mendengar dia lulus seleksi ujian entah kenapa hati ini juga jadi ikut trenyuh dan senang. Itulah yang kurasakan ketika jadi guru privat dadakan. Kubayangkan rasa apa yang dibayangkan guru-guruku terdahulu yang statusnya mengabdikan dirinya untuk pendidikan meskipun juga itu sebagai mata pencahariannya,

Terbayang betapa kurang ajarnya aku dulu, diajar ngomong sendiri, diberi PR tidak mengerjakan, sering bolos, masuk telat, dan yah seperti itulah, memanusiakannya sebagai mana manusia saja mungkin masih belum.

Menyesal rasanya,… Tapi sesal sekarang, mungkin belum bisa menghapus kesalahan-kesalahan itu. Buat bapak ibu guru yang mungkin mampir ke blog ini, maaf lahir batin ya pak bu,,,, hehehehe, Doakan muridmu ini selalu sukses ya! Selalu bisa berusaha dengan sebaik-baiknya, dan senantiasa diberikan kemudahan, pertolongan dan yang terbaik oleh-Nya.

12 Responses to “This Ain’t Just About Money”

  1. Suatu hari saya pernah kedatangan tamu di rumah. Tamu tersebut mencari bapak saya, tapi sayang saat itu bapak pas tidak di rumah. Karena datang jauh-jauh dan tidak enak rasanya apabila langsung ‘mengusir’-nya, tamu tersebut saya persilahkan duduk2 sejenak. Mencoba sedikit ngobrol2, ternyata tamu tersebut dulunya adalah mantan mahasiswa bapak saya. Dia kemudian bercerita sedikit mengenai bapak saya dahulu ketika mengajarinya. Kini dia telah ’sedikit’ sukses, dan ingin bersilaturahim untuk mengucapkan terimakasih kepada bapak. “Sungguh, tiada artinya uang dibandingkan pengorbanan seorang guru dalam mendidik siswa-siswanya.” Saya jadi paham pada saat itu.

  2. berarti sekarang kalo diajarin dosen g boleh rame lagi ya…

  3. Woro-woro, weblog saya pindah rumah (sekali lagi). Update link di blogmu ke http://yohang.web.id dan Semangka! :)

  4. ana belum diajarin dosen berarti masih boleh ribut.
    hwehehehe….

    http://rejalmaghrum.wordpress.com/

  5. weh, gimana ya,,, dosen beda ma guru sih (ni cm pembenaran lho hehehe), kadang ya masih sulit jd murid ato mahasiswa yang baek…he…

  6. FIRSTXX (PERTAMAAXX)

    Wah….jadi teringat guru2 yang pernah kuperlakukan tidak semestinya……..waktu SMP terutama….Bu Kar, Pak Sis, Bu Sit, Pak Sum, Bu Par,Bu CN (aku paling banyak dosa pada beliau)………dll

    Huaa……jadi pengen nangis klo teringat kekurangajaranku dulu…

  7. Guru yang baik itu membuat muridnya lebih pintar dari dirinya sendiri,,,,

    wah, aq belum bisa sabar jadi seorang guru buat adekku,,,,hohoho,,,,

    yang jelas klo aku baik jogja, ku sempatkan sowan ke sekolahku dulu, TK, SD, SMP, SMA,,,silaturrahim dengan mereka,,,guru yang tanpanya aku tak bisa seperti sekarang ini

  8. guru…huhu…betapa besar jasamu….

    aku jadi ngerasa beruntungg banget telah dipertemukan engan guru-guruku…hiks……

    kok aku jadi pengen jadi anak sd lagi ya…ada buku perpus yang belum kukembaliin nihhh…haduh…piye yo (OOT ya)

  9. Wah,, utang lho…
    Aku juga g tau nih, ada utang g ya….
    Moga2-moga aja g ada, tapi kalo ada n lupa dikembaliin, diiklasin ma sekolahnya,
    Aamiin
    heehehe,
    Ato, kalo dah sukses besok nyumbang apa kek, dengan harapan kalo dulu ada utang tapi lupa diiklasin ma pihak skul.heee

  10. ide bagus…amiin.perlu di catet ini

  11. ternyata antum juga nakal ya? nggak nyangka… ^_^

  12. walau sekarang blom bisa nyumbang setidaknya kasih kabar, mereka pasti seneg dikunjungin kita anak didiknya,,,,he he he,,,

    menurut pengalamanku, sekali guru selamanya akan jadi guru kita, maksudku walau kita dah lulus SD, SMP, juga SMA bliau bliau itu tetap sebagai guru bagi kehidupan kita, gtu,,,,

    Fajar, kpn mo komen di blogq?


Leave a Reply