“A man Named Fajar!”
Bukan sekedar mahasiswa biasa

Oct
31

CAT(catatan akhir Tahun)

an overview

Pengantar

Profil

Garis Besar Haluan Kerja

Realisasi

Ujian dan Masalah

Rekomendasi..

 

Pengen dibukukan gitu,, nggak harus tebel2 sih,,, tapi pengen ada semacam rekam jejak gitu… mungkin ego sendiri sih,, tapi semoga menular dan bisa bermanfaat…. who knows gak bisa cawe2 lagi…

 

So,, butuh bantuan temen2 buat mengisi lembaran2 putih kosongnya menjadi berwarna… SIP….

with or without us,, this train will never stop!!!!!!

 

 

Jun
24

Cantiknya… Cantik sekali rencana Allah SWT, tak dinyana dan tak disangka, hanya berjarak sekitar 50 meter dari tempatku berdiri terpaku, ada tukang ban. Alhamdulillah nampaknya malam ini rencana saya pulang kembali ke Jogja dapat tercapai.

Setelah diskusi dengan yang punya bengkel dan melalui tawar menawar yang cukup alot, disepakati biaya senilai 44 ribu rupiah harus saya bayarkan untuk mengganti ban dalam yang benar-benar baru(tapi merknya g jelas)dan ban luar yang baru tapi lama(bingung?). Tapi, setelah saya merogoh dompet, hanya sekitar 35 ribuan yang saya miliki, nggak ada yang lain. Aduh, kok ya apes benar nasib saya… Kembali, bak diplomat ulung saya kembali nego dengan paknya.  Meski tak ada moratorium biaya, saya bersyukur dapat melakukan penangguhan pembiayaan(ngutang red).

Untung didompet ada kartu ATM, segera saya cari ATM, di sekitar daerah itu. Untungnya tak sampai 10 menit menyusuri jalanan yang menanjak saya berhasil menemukan ATM. Alhamdulillah. Setelah mengambil uang secukupnya kemudian saya bayar lunas semua utang  saya. Sejenak saya beristirahat dan kutengok jam di hp. Jam masih menunjuk sekitar pukul 8.00 am,

“pulang, harapan itu masih ada!” sorakku dalam hati. Read the rest of this entry »

Jun
08

Sekedar berbagi, sedari kecil, entah ini takdir entah bukan, jarak antara rumah yang saya tinggali dengan tempat saya menuntut ilmu dan berkegiatan tidaklah bisa dibilang dekat. SD saya misalnya, sebelum akhirnya saya pindah di daerah Maguoharjo, rumah saya berada di selatan Prambanan sementara sekolah saya berada di daerah Condongcatur(sekitar 13 km). Kemudian ,saat di SMP, saya sudah pindah di Maguoharjo, sementara sekolah saya ada di daerah Kotabaru (sekitar 10 km). Beralih ke SMA, SMA saya berada di dekat pasar kuncen(seitar 13 km). Untungnya ketika kuliah, jarak yang begitu tempuh semakin dekat, sekitar 9 km.
Dulu, pernah saya mengeluh sendiri akan hal tersebut, dan kemudian membuat malas akan beberapa hal dalam berkegiatan. Namun, semoga tidak untuk sekarang. Kenapa? karena saya telah menemukan sosok lintang-lintang masa kini yang membuat saya takjub dan sadar diri,, here are those persons,
Dhini namanya,,teman di KSAI, mantan adek kelas SMA yang kini jadi seangkatan ini kemudian baru saya ketahui ternyata nglaju dari Muntilan, Jawa Tengah,yang berjarak sekitar 25 km. Keren bukan?? Setiap hari selalu keluar propinsi.
Di atas gunung, ternyata masih ada langit. Masih ada yang lebih gila lagi. Dia adalah staff saya di departemen pendampingan KSAI, Prima namanya. Ternyata, stelah saya ketahui, dia itu nglaju dari Pundong Bantul yang berjarak sekitar 35 kilometer. Tidak bisa saya bayangkan, apalagi dia itu bukan laki-laki (perempuan,akhwat red.)
Mereka berdua menurut saya sudah cukup “gila”. Namun kemudian saya teringat seorang teman ”mantan seperguruan” yang kini kuliah di Informatika UGM(elektro). Ibnu namanya, sobat saya yang satu ini cukup Guendeng, bayangkan, ternyata,sampai detik ini dia masih terus nglaju dari Galur KulonProgo kalau mau ke kampus yang berjarak sekitar 47 kilometer!!!!!. Nglaju bro sis !!!! 47 kilometer!!!,,
Begitulah, mereka disamping teman-teman saya yang lainnya yang rumahnya jauh-jauh canggih, ali, noerma, budiarto, uzzy, unik, ibram, dan masih banyak lagi, merekalah lintang masa kini yang dengan mengingat mereka membuat saya tersadar, dan membuat saya malu, bilamana kemudian saya bermalas-malasan dan telat dengan alasan jauh….

Mar
09

Hari ini adalah hari kedua saya diSemarang. Setelah menikmati sarapan gratis nan enak dari omnya teman saya, segera saya bergegas untuk surve.

Nah, pada hari kedua ini mulai muncul masalah-masalah yang cukup merepotkan dan menjengkelkan saya. Dalam daftar alamat yang harus disurve, tercantum didalamnya golongan listrik dengan kategori bisnis dan beberapa rumah tangga dengan beban maksimum >2200 kVA. Nah pemiliknya biasanya orang yang cukup berpunya, jumlahnya pun tak banyak, sehingga alternatifnya pun cukup sedikit. Jengkelnya setelah dengan bersusah payah menemukan alamat yang langka tersebut, ternyata yang punya rumah tidak tinggal disitu, tapi di tempat lain yang jauh.., ada juga yang ternyata dah pindah rumah, baru pergi, dll. Wah, benar-benar menguras kesabaran. Tapi untungnya hari ini 13 responden berhasil didapat.

Satu hal yang cukup berkesan pada hari ini adalah, ketika saya tak kunjung mendapatkan informan untuk surve pada hari ini karena alasan tersebut di atas, saya mencoba untuk segera memenuhi panggilan-Nya. Ajaibnya begitu saya menunaikan ibadah dan memohon kepada-Nya dengan segala kepasrahan, ternyata langsung ketemu pak takmir masjidnya yang kebetulan juga informan yang sedang saya cari-cari,,, subhanallah….

Tersisa 7 responden sisa. Secara teori pastinya jauh lebih mudah untuk pekerjaan esok hari(jum’at). Tapi, 7 responden tersisa merupakan responden yang langka, yaitu responden pasang rekening baru dan responden rubah daya, dua kasus yang jarang ditemukan dan pilihan responden yang minim. Selain itu lokasi respondennya mengelompok di daerah sumurboto(kawasan Semarang tapi agak selatan), dekat dengan UNDIP, padahal pesantren yang saya tinggali berada di Semarang Tengah, jarak keduanya cukup jauh. Jadi lebih enak kalo kesana sekalian pulang, sehingga tidak perlu lagi mbalek ke utara.

Akhirnya, saya ambil keputusan,, malam ini saya kembali bermalam di pesantren saja sekalian pamitan, karena malam besuk saya ingin bermalam di Jogja(pulang red) saja…. Akhirnya sekali lagi saya kembali ke pesantren. Dan di pesantren, karena haus dan kondisi keuangan menipis, saya kemudian meminta minum kepada mas yang di pesantren.

”Mas, kalau minta air putih boleh nggak?” ujarku.

“ Oh boleh mas, tinggal puter kran aja,di sini adanya Cuma itu e..”sahut si Masnya Read the rest of this entry »

Feb
05

Setelah shock cukup reda dan mulai sedikit agak berpikir jernih, saya mencoba untuk langsung saja masuk pesantrennya tanpa sepengetahuan bapaknya. Eh Alhamdulillah, ternyata masih ada beberapa santriwan yang terbangun. Setelah cukup berbincang-bincang nampaknya mereka mulai kasihan dengan saya^^,dan karena tampang juga bukan tampak seperti orang jahat atau penipu, Alhamdulillah saya diijinkan numpang tidur, n menitipkan motor serta logistic saya hehe. Yah tidur sekadarnya lah beralaskan sarung dan berbantalkan tas n jaket. Dingin? Gak juga, udara Semarang cukup panas dibanding dengan Jogja. Sebelum tidur tak lupa berdoa n menyetel alarm, besuk jam 4 sudah harus bangun dan merencanakan planning perjalanan hari itu.

Rabu, 26 November 2009, dini hari, saya terbangun karen alarm. Ngantuk sih, tapi harus ditahan, hari ini target 15 responden harus terpenuhi!(supaya target jalan2 sebelum pulang ke Jogja terpenuhi red) Jum’at harus sudah sampe Jogja lagi (Sabtu n Minggu sudah ada agenda red.) Berbekal peta semarang yang saya beli di Gramedia Jogja, saya buatlah rencana perjalanan hari itu, kawasan grobogan pandansari, serta sebagian kecil pindrikan telah saya tetapkan jadi target operasi hari itu. Beberapa saat setelah itu adzan subuh pun berkumandang, segera ibadah subuh saya tunaikan.

Setelah mentari mulai meninggalkan peraduannya, saya memutuskan untuk melapor ke pak kyai pemilik pesantren sekalian silaturahim. Betapa kaget dan terkejutnya saya,, ternyata oh ternyata saat itu waktunya santri putri ngaji di tempat pak kyai. Sepanjang mata memandang,,,zing….. semuanya mahluk hawa. Read the rest of this entry »

Jan
29

The story begins,, akhirnya lolos juga dari seleksi surveyor KP PLN 2008,, dan diterimalah saya di Semarang,, yupz sebuah kota di utara Jawa. Ada beberapa alasan kenapa aku memilih kota ini, mulai dari pribadi(“obsesi masa depan^^”) sampai ya memang ktrimanya emang ya disitu.

Nah disinilah dimulai pergumulan hebat untuk menuntaskan misi tersebut,, survey, masa depan, dan jalan-jalan. Sesuai dengan wawancara dengan seorang dosen waktu seleksi kemaren yang menanyakan tentang tempat tinggal saya disana, saya pun akan numpang di sebuah pesantren bernama pesantren Rhoudhotul Qur’an di daerah kauman Glondong di Semarang Tengah. Sebuah pesantren yang menurut cerita ibu saya milik seorang pengusaha yang mana beliau adalah adiknya teman ibu saya di kampus.

Dan berangkatlah saya ke Semarang pada hari Selasa Sore (rencananya bis ashar) tapi karena suatu masalah tertentu saya dan seorang rekan saya baru bisa berangkat menjelang magrib. Walhasil perjalanan semalaman pun terasa cukup horror, terutama di sepanjang perjalanan begitu memasuki secang. Jalan gelap dan sepi,. Walau begitu, Alhamdulillah, sekitar pukul 22.00 sampailah saya di semarang.

Ternyata jam segitu Semarang masih ramai, dan kotanya pun tampak keren disinari cahaya-cahaya lampu jalanan, sebuah pemandangan yang menakjubkan mata saya dikala itu. Sebuah awal kesan yang menarik tentang Semarang. Begitulah, akhirnya begitu sampai di Semarang saya pun berpisah dengan teman saya tersebut karena DAOP yang berbeda. Tibalah saya sunyi sendiri kesepian di kota ini. Segera saja saya pacu shogun biru saya menuju pesantren yang saya maksud. Sekitar 20 menitan kemudian akhirnya pesantren tsb saya temukan dengan cukup mudah.

Sampai di sana, segera saya hubungi nomor yang diberikan oleh ibu saya. Tuuut….tuuuuut….tuuuut, sekilas agak lama, jadi tut..tut..tut..tut… weleh2 kok gak diangkat2 yo, akhirnya saya pun jadi merasa bersalah, jangan- jangan pemilik pesantrennya sudah tidur. Dasar kebangetennya saya,,, masa jam segini telfon pak kyai. Ya sudahlah, akhirnya saya langsung mengurungkan niat menghubungi pak kiainya. Ziiiiing.. saya bingung, mau tidur dimana ya? Akhirnya secara insting saya langsung mencari masjid. Dan Alhamdulillah di ujung jalan tempat saya berdiri ini Nampak sebuah masjid berdiri dengan agungnya. Subhanallah… Sayang seribu sayang setelah saya dekati msjid tersebut sudah terkunci rapat tanpa meninggalkan secuil celah bagi saya untuk ikut menikmati kehangatannya. Ditambah lagi ada plang bertuliskan “ dilarang Tidur di Masjid”. Wah tambah bingung nih. To be continued…..

Dec
31

Biodiesel Sebagai Alternatif Solusi Permasalahan Energi Listrik di Indonesia

Fajar Budi Suryawan1,Fikri Waskito2,Moh. Isnaeni2

Ahmad Helmy Waliyullah1, Fikri Waskito2,Moh. Isnaeni2

Wiwit Purwanto1, Fikri Waskito2,Moh. Isnaeni2

Yunus Hadi Sisworo1, Fikri Waskito2,Moh. Isnaeni2

Dwi Wahyu Purnomo1, Fikri Waskito2,Moh. Isnaeni2

1Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, FT UGM

2Dosen Jurusan Teknik Elektro, FT UGM

Abstrak

Makalah ini membahas Biodiesel sebagai Solusi Permasalahan Energi Listrik di Indonesia. Sebagaimana kita tahu bahwa minyak bumi masih menjadi komponen penting dalam dunia pembangkitan kita. Kini, sumberdaya minyak bumi semakin langka dan cadangannya kian menipis. Sementara itu permintaan semakin naik sehingga harga pun melangit. Oleh karena itu diperlukan suatu sumber energi baru yang terbarukan yang bisa menggantikan peranan minyak bumi dalam dunia pembangkitan kita. Biodiesel adalah salah satu energi alternatif terbarukan. Biodiesel merupakan produk dari reaksi kimia dari minyak nabati yang memiliki sifat seperti solar. Minyak nabati tersebut dapat didapat dari berbagai macam jenis tumbuhan semisal jarak, randu, kelapa , dan lain-lain yang notabenenya mudah diproduksi bahkan di lahan kritis sekalipun (jarak). Dengan luas lahan kritis yang ada di Indonesia lebih dari 20 juta hektar, biodiesel yang dihasilkan diproyeksikan bisa mengcover kebutuhan minyak pada sistem kelistrikan kita tanpa mengganggu lahan produktif yang ada.

Kata kunci:pembangkitan listrik, energi alternati terbarukan, biodiesel, lahan kritis Read the rest of this entry »

Dec
30

Maaf bagi para temen2 blogging semua,,, dah lam blog ini g diupdate,,,

Segera saja next in this blog adalah sebuah makalah tentang jarak, listrik, dan lahan kritis di Indonesia,, temukanlah fakta yang sangat menarik dan mencengangkan,,,,^^

Nov
13

a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

A lesson from an alphabetical sequence.

Look sequence above. Then, let’s us think. Just an unique question, “What word that can make you 100% you?”

Brain? = 2+18+1+9+14 = 44%

Love? = 12+15+22+5 = 52%

Money? = 13+15+14+5+25 = 62%

IP?^^ = 9+16 = 25%, hohoho, even IP can’t make you 100% you!

Boyfriend? =2+15+25+6+18+9+5+14+4=98%

Girlfriend? = 7+9+18+12+6+18+9+5+14+4=102 oopppsss it’s to much, not 100% you,, it’s not you,

Sorry,, mmmm,,, take attention for this…..

ATTITUDE = 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100%

WOW, actually, attitude can make you to be 100% you. Attitude to god, to another god’s creatures, n of course attitude to our self

Did you already know about these stuffs?

,,

,,

Friend, this just for refreshing n relax, but for the point ATTITUDE I’m truly serious. Your ATTITUDE, to god, to HUMAN other GOD CREATURES, n to YOURSELVES surely can make you 100% you!!

Oct
22

Drrrrt…. Drrrt, seperti itulah bunyi getaran nokia 6610 ku dipagi itu yang menandakan ada sms masuk. Setelah kubuka, ternyata dari seorang sahabat yang kurang lebih isinya,

“ Tiap orang berbeda ujiannya. Andai kita melihatnya sebagai kesusahan, maka itulah yang akan terjadi. Tapi jika kita melihatnya sebagai tangga kemuliaan, maka tersenyumlah..”

Simple sih, tapi mengena sekali buatku kala itu yang entah kenapa lagi terkena sindrom mengeluh. Ya,, terus-terusan mengeluh karena agenda menumpuk lah, janji yang tidak ditepatilah, tugas-tugaslah, dan lain sebagainya.

Ya.. pada akhirnya aku kembali tersadar bahwa tiada kemuliaan tanpa perjuangan. La izzata illa bil jihad. Itulah yang membedakan sebonglah intan dan seonggok arang. Mereka itu sama-sama dari karbon, tapi sangat berbeda, yang satu mulia dan sangat berharga, yang satunya hitam, biasa saja dan tak begitu berharga. Penempaan terhadap merekalah yang berbeda. Intan ditempa dengan suhu yang sedemikian ekstrim, dan tidak demikian bagi arang, arang hanya ditempa sekadarnya.

Yah paling tidak, sebuah pesan tersebut kembali mengingatkanku bahwa untuk menuju kemuliaan itu butuh perjuangan sebagaimana karbon harus ditempa sedemikian rupa untuk menjadi sebongkah intan.

Sekedar ingin mengucap, terima kasih sahabatku, semoga Allah membalasmu dengan balasan yang jauh lebih baik.